MERDEKA DARI RASA TAKUT UNTUK BAHAGIA

Foto Dyah Purwanti adalah seorang Terapis dan Ibu Rumah Tangga

KOPIPAHIT.ID – Kemerdekaan dimulai dari rasa aman di dalam diri.

Setiap 17 Agustus, kita merayakan Hari Kemerdekaan dengan memberi hormat kepada bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Namun, sebagai ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai terapis, saya belajar satu hal: kemerdekaan paling sulit itu bukan mengusir penjajah. Kemerdekaan paling sulit adalah membebaskan diri sendiri dari rasa takut, cemas, dan luka yang dipendam bertahun-tahun.

Saat saya mulai mengunjungi seseorang untuk terapi, yang saya hadapi bukan hanya orang-orang yang sakit.

Ada ibu rumah tangga yang lelah menjadi penopang keluarga, tetapi tak pernah ditanya, “Kamu bagaimana?”

Ada bapak-bapak yang menangis diam-diam karena takut di-PHK.

Ada anak muda yang berkata, “Kak, aku capek jadi kuat terus.”

Delapan puluh satu tahun merdeka, tetapi berapa banyak dari kita yang masih belum merdeka dari overthinking pukul dua pagi?

Belum merdeka dari tuntutan harus sukses sebelum usia 30 tahun.

Buat saya, kemerdekaan sesungguhnya bagi Indonesia adalah ketika kesehatan mental dianggap sepenuhnya setara dengan kesehatan fisik. Ketika BPJS bisa dipakai untuk konseling tanpa rasa malu. Ketika sekolah berani mengatakan kepada siswa bahwa tidak apa-apa jika belum tahu ingin menjadi apa.

Ketika kita berhenti memaksa orang lain untuk ikhlas demi menjaga citra kuat.

Merdeka itu rasanya lega.

Lega karena bisa berkata, “Aku lelah,” tanpa dihakimi. Lega karena tahu ada tempat untuk pulang, baik itu rumah, teman, maupun diri sendiri.

Kemerdekaan belum selesai kalau masih ada orang yang secara negara mereka merdeka, tetapi pikirannya sendiri masih terjajah.

Semoga di usia 81 tahun ini kita tidak hanya merayakan Indonesia, tetapi juga merawat manusia-manusianya.

Karena bangsa yang kuat lahir dari orang-orang yang jiwanya merdeka.

DIRGAHAYU INDONESIA.

*) Oleh : Dyah Purwanti, Terapis dan Ibu Rumah Tangga

*) Tulisan opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi Kopipahit.id

Leave a Reply

☕ Silakan berkomentar dengan nalar jernih. Kami menyukai pendapat tajam, bukan serangan personal. Kritik boleh pahit, asal tetap berisi.