
KOPIPAHIT.ID – FORMADES Jawa Barat menetapkan “Resolusi Sumedang” sebagai dokumen arah perjuangan organisasi dalam Musyawarah Daerah (MUSDA) yang digelar pada 15–16 Mei 2026 di Sumedang. Resolusi tersebut menegaskan bahwa desa bukan sekadar wilayah administratif, melainkan fondasi kehidupan bangsa dan pusat kekuatan rakyat dalam menentukan masa depan sosial, ekonomi, dan kebudayaan Indonesia.
Mengusung tema “Dari Desa, Rakyat Menentukan Masa Depan”, forum MUSDA memotret berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat desa, mulai dari ketimpangan pembangunan, kemiskinan struktural, lemahnya akses rakyat terhadap sumber daya, hingga kerusakan lingkungan yang mengancam ruang hidup masyarakat.
Dalam dokumen resolusi yang disepakati peserta MUSDA, FORMADES Jawa Barat menyatakan bahwa pembangunan desa tidak boleh lagi menempatkan rakyat hanya sebagai objek kebijakan.
Desa harus menjadi subjek perubahan sosial, tempat rakyat memiliki hak menentukan arah pembangunan, pengelolaan sumber daya, hingga kebijakan yang menyangkut kehidupan mereka sendiri.
“Desa harus menjadi pusat kekuatan rakyat, bukan hanya pelengkap pembangunan,” demikian salah satu semangat utama yang tertuang dalam Resolusi Sumedang.
Selain menegaskan posisi desa sebagai kekuatan sosial, FORMADES Jawa Barat juga menyampaikan penolakan terhadap berbagai bentuk ketidakadilan sosial, dominasi ekonomi, dan praktik eksploitasi sumber daya yang dinilai merugikan masyarakat kecil.
Ketimpangan sosial disebut bukan lahir secara alamiah, melainkan akibat struktur ekonomi dan kekuasaan yang tidak berpihak kepada rakyat.
Karena itu, perjuangan pembangunan desa menurut FORMADES harus diarahkan pada terwujudnya keadilan sosial, pemerataan pembangunan, serta kemandirian rakyat desa.
Dalam bidang ekonomi, Resolusi Sumedang menekankan pentingnya membangun desa berbasis kekuatan ekonomi rakyat sekaligus mendorong terbangunnya industrialisasi nasional yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Penguatan koperasi, UMKM desa, BUMDes, pertanian rakyat, dan usaha kolektif masyarakat dipandang sebagai jalan utama menciptakan desa yang mandiri dan berdaulat.
FORMADES Jawa Barat menilai bangsa ini tidak boleh terus bergantung kepada negara lain dalam memenuhi kebutuhan produksi dan pembangunan ekonominya. Karena itu, industrialisasi nasional dinilai harus dibangun di atas kekuatan produksi dalam negeri, pemanfaatan sumber daya nasional untuk kepentingan rakyat, serta keterlibatan aktif masyarakat desa dalam rantai pembangunan ekonomi nasional.
Selain mendorong pertumbuhan industri nasional, FORMADES Jawa Barat juga menegaskan bahwa industrialisasi tidak boleh melahirkan ketimpangan dan penghisapan baru terhadap pekerja. Industrialisasi nasional harus mampu menghadirkan upah yang layak, perlindungan hak-hak pekerja, jaminan kesejahteraan, serta keadilan sosial bagi seluruh buruh dan rakyat yang terlibat di dalamnya.
Bagi FORMADES Jawa Barat, desa tidak boleh hanya dijadikan pasar ekonomi, tetapi harus menjadi pusat produksi, pusat kebudayaan, sekaligus bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi nasional.
Resolusi tersebut juga menaruh perhatian besar terhadap pentingnya persatuan sosial masyarakat desa. Kaum tani, nelayan, buruh, perempuan, pemuda, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen rakyat didorong untuk memperkuat solidaritas sebagai kekuatan bersama menghadapi ketimpangan sosial.
Semangat gotong royong, musyawarah, kolektivitas, dan pengabdian disebut sebagai nilai dasar yang harus terus dijaga dalam kehidupan masyarakat desa.
Di bidang pendidikan, MUSDA FORMADES Jawa Barat menegaskan bahwa perubahan sosial hanya dapat lahir dari rakyat yang sadar, terdidik, dan terorganisir. Karena itu, organisasi mendorong penguatan kaderisasi, sekolah kader desa, pendidikan advokasi, hingga pendidikan kepemimpinan rakyat sebagai bagian dari kerja jangka panjang membangun kesadaran sosial masyarakat.
Tak hanya soal ekonomi dan pendidikan, Resolusi Sumedang juga memuat seruan perlindungan lingkungan hidup desa serta perjuangan mewujudkan reforma agraria sejati. FORMADES Jawa Barat menyerukan penyelamatan tanah rakyat, sumber air, kawasan pertanian, hutan, dan ruang hidup masyarakat dari berbagai praktik eksploitasi yang merusak keberlanjutan kehidupan desa.
FORMADES Jawa Barat menegaskan bahwa tidak akan ada kesejahteraan rakyat tanpa dilaksanakannya reforma agraria sejati. Karena itu, pengelolaan tanah, sumber daya alam, dan ruang hidup rakyat harus berpihak kepada kepentingan masyarakat banyak, bukan dikuasai segelintir kekuatan ekonomi maupun praktik pembangunan yang mengorbankan rakyat desa.
Bagi FORMADES Jawa Barat, pembangunan tidak boleh memisahkan manusia dari tanah dan lingkungan hidupnya. Pembangunan harus berjalan seiring dengan perlindungan alam, keberlanjutan produksi rakyat, serta hak masyarakat desa untuk hidup secara layak, aman, dan bermartabat di atas tanahnya sendiri.
Bagi FORMADES Jawa Barat, masa depan Jawa Barat dan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kekuatan desa. Desa yang kuat diyakini akan melahirkan rakyat yang kuat, dan rakyat yang kuat akan membentuk bangsa yang berdaulat serta bermartabat.
Sebagai penutup, MUSDA FORMADES Jawa Barat menyerukan agenda perjuangan bersama melalui pengorganisasian rakyat, penguatan solidaritas sosial, pembangunan ekonomi rakyat, pengawalan kebijakan publik, perjuangan keadilan sosial, serta menjaga desa sebagai ruang hidup rakyat.
Resolusi Sumedang merupakan buah pikir dan gagasan yang lahir melalui MUSDA FORMADES Jawa Barat sebagai arah perjuangan organisasi dalam membaca persoalan desa dan masa depan rakyat.
Dokumen ini menjadi seruan sekaligus ajakan kepada seluruh kader organisasi, FORMADES secara nasional, serta kepada pemerintah desa, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah Republik Indonesia untuk bersama-sama melaksanakan isi Resolusi Sumedang, khususnya di Jawa Barat, demi terwujudnya desa yang kuat, rakyat yang mandiri, serta kehidupan sosial yang adil dan bermartabat.
Resolusi tersebut resmi ditetapkan di Sumedang pada Sabtu, 16 Mei 2026, dan akan menjadi pedoman perjuangan organisasi dalam menjalankan kerja-kerja pengabdian, pemberdayaan, advokasi, dan pembangunan masyarakat desa di Jawa Barat.
“Dari Desa, Rakyat Membangun Masa Depan Bangsa.”
“Desa Kuat, Rakyat Bermartabat.”
“Bersatu, Bergerak, dan Mengabdi untuk Rakyat.”
“Dari Desa untuk Indonesia”.
*) Ditulis oleh; Yoseph Heriyanto
